Teh Untuk Serebrovaskular

Penyakit serebrovaskular atau penyakit yang terkait dengan kelainan pembuluh darah dan syaraf,  diperkirakan menyebabkan 5,4 juta kematian per tahun. Salah satu jenis penyakit serebrovaskular adalah stroke iskemik. Pada kasus stroke iskemik, terjadi kematian syaraf karena apoptosis dan nekrosis yang merupakan kematian sel syaraf secara tidak normal.

Teh ternyata mengandung senyawa neuroprotektif. Senyawa tersebut ialah EGCG (Epigalokatekin-3-galat) serta dua senyawa polifenol yaitu epikatekin. Senyawa ini terbukti melindungi syaraf sehingga bisa bermanfaat untuk mengatasi iskemik. Mekanisme neuroprotektif dari polifenol teh adalah dengan melawan stress.

Studi epidemiologi menyatakan bahwa konsumsi polifenol teh dikaitkan dengan penurunan resiko jantung koroner, stroke dan kanker penyebab kematian. Semakin sering mengkonsumsi teh hijau dan teh hitam, maka semakin memungkinkan bagi tubuh untuk mempertahankan kadar senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Konsumsi 150 mL teh per hari memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan asupan antioksidan. Pada manusia, kapasitas antioksidan meningkat secara signifikan  setelah mengkonsumsi teh hijau dan teh hitam sejumlah 300-450 mL per hari. Namun, potensi antioksidan pada teh dapat hilang secara total jika ada susu dalam teh.

Polifenol dalam teh menghambat enzim ksantin oksidase dalam liver. Enzim ini berperan memproduksi spesies oksigen reaktif (ROS). ROS disebutkan terlibat dalam proses terjadinya iskemik yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Oksigen radikal bisa menginduksi kerusakan otak dan penyempitan pembuluh darah dengan mengubah permeabilitas membran.  Kondisi demikian menyebabkan edema (pembengkakan akibat adanya cairan) otak dan menyebabkan kematian syaraf.

Selain itu, polifenol juga menunjukkan aktivitas antiplatelet dan antitrombotik yaitu dengan menghambat penjendalan darah. Faktor lain penyebab iskemik adalah produksi nitritoksida (NO). Konsentrasi NO yang tinggi pada iskemik bisa memproduksi sejumlah besar spesies oksigen reaktif. EGCG dalam teh dapat secara langsung berperan sebagai antioksidan dan menghilangkan oksigen reaktif.

Nah! Dengan paparan demikian, Anda mulai tahu manfaat dari mengonsumsi teh secara teratur utamanya dalam mencegah penyakit stroke iskemik. Semoga bermanfaat!

 

Sumber: PIOGAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s