UN dijadikan Seleksi Masuk Universitas?

Kemaren tiba-tiba mendapatkan kunjungan dari Dinas Pendidikan, menanyakan pendapat pihak Universitas mengenai adanya wacana untuk menjadikan hasil Ujian Nasional (UN) sebagai seleksi masuk perguruan tinggi. Wew, kalau ini terjadi menurut saya dikhawatirkan akan memperburuk kualitas pendidikan di Indonesia.

Mari kita lihat fungsi sejati dari masing-masing ujian ini.Ujian Nasional (UN) sejatinya digunakan sebagai sarana evaluasi pendidikan yang sifatnya diagnostik. Hasil yang diperoleh dijadikan alat untuk melakukan evaluasi, jika nilai yang diperoleh masih kurang memuaskan maka hasil ini dijadikan tolak ukur perbaikan.

Ujian masuk Universitas sejatinya digunakan untuk menyaring (filter) mahasiswa yang sesuai dengan visi dan misi jurusan, departemen, atau program studi yang ada di masing-masing Universitas. Visi dan misi ini tentunya berbeda-beda tergantung permasalahan lokal yang terjadi di masing-masing daerah. Tentunya hal ini tidak bisa di generalisasi dan mengapa harus disamakan?

Terlepas dari wacana diatas, sebenarnya menurut saya pribadi agak kurang pas jika hanya nilai UN yang dijadikan dasar untuk menentukan lulus/tidaknya siswa. Seharusnya kelulusan siswa menjadi otonomi dari masing-masing sekolah.  Kenapa demikian, karena saya melihat adanya pengaruh buruk dari sistem ini. Sekolah menjadi terfokus untuk menjadikan para siswanya untuk lulus UN daripada mengajarkan para siswa untuk memahami esensial dari materi ilmu itu sendiri. Banyak sekolah berlomba-lomba mengkatrol nilai para siswanya sejak semester 1 (nilai harus diatas 7,5) agar sekolah mereka tidak di cap buruk karena ada siswa yang tidak lulus. Ini yang memperburuk kualitas pendidikan karena nilai yang siswa peroleh tidak menggambarkan kemampuan siswa itu seutuhnya.

Untuk itu mari kita bersama-sama memikirkan bagaimana memperbaiki sistem pendidikan dan metode pengajaran yang ada di Indonesia. Tidak perlu takut untuk menegakkan kejujuran. Tidak perlu melakukan pengkatrolan nilai kepada para siswa hanya karena kita takut dicap buruk karena itu bukan pembelajaran yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s