Osteoartritis (Nyeri Sendi)

OSTEOARTRITIS (Nyeri Sendi)

penyebab DAN PENATALAKSANAAN TERAPI

By: Nani Kartinah, S.Farm, M.Sc, Apt

 

 

          Osteoartritis merupakan gangguan persedian yang ditandai dengan adanya nyeri dan kekakuan sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Berdasar data Center for Disease Control and Prevention (CDC)1, angka kejadian osteoartritis pada usia > 25 tahun sebanyak 13,9% dan pada usia > 65 tahun sebanyak 33,6%. Jenis kelamin juga menjadi faktor resiko dimana wanita memiliki resiko yang lebih tinggi dibanding pria.

 

PENYEBAB

Osteoartritis disebabkan beberapa faktor. Selain faktor usia, osteoartritis juga disebabkan karena kondisi lain seperti kegemukan, cedera, abnormalitas pada saat dilahirkan, penyakit diabetes dan gout, serta penyakit hormon lainnya.

GEJALA

Gejala umum osteoartritis adalah nyeri pada sendi yang biasanya disertai pembengkakan. Pada kondisi yang lebih parah, akan menyebabkan nyeri parah pada saat istirahat, kesemutan, kekebasan dan pembesaran keras pada daerah sekitar nyeri.

PATOFISIOLOGI

Osteoartritis dibedakan menjadi 3 yaitu :

1.   Osteoartritis Lutut (degenerasi sendi lutut)

Jenis artritis ini paling banyak dijumpai kejadiannya di Indonesia terutama pada pasien lanjut usia. Pada perjalanannya, nyeri ini seringkali menimbulkan keterbatasan dalam beraktivitas sehari-hari. Komplikasi lain yang terjadi yaitu keterbatasan ruang gerak sendi disertai kekakuan, deformasi lulut menjadi bentuk O (genu varum) atau bentuk x (genu valgus). Komplikasi yang terjadi pada osteoartritis ini berlangsung secara perlahan tapi pasti akibatnya menimbulkan ketidakmampuan berdiri dan berjalan.

Sendi merupakan bagian yang menghubungkan antar tulang sehingga tulang bisa digerakkan. Komponen terpenting pada sendi adalah tulang rawan sendi (articular cartilage) yaitu jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang dan berfungsi sebagai bantalan. Matriks ekstraselular pada jaringan ini terdiri dari kolagen yang padat dan proteoglikan yang menyebabkan permukaannya menjadi licin dan tahan terhadap gesekan.

Adanya kolagen dan proteoglikan memfasilitasi gerakan dan mencegah pembengkakan pada tulang rawan sendi. Kolagen dan proteoglikan bekerja dengan cara menarik kation menghasilkan tekanan osmolalitas yang tinggi, akibatnya air akan tertarik kedalam tulang rawan sendi. Permukaan menjadi licin sehingga pada saat terjadi pergerakan/biomekanik pada sendi, tidak terjadi gesekan.

Pada kondisi fisiologis, matriks ekstraselular memiliki waktu paro bertahun-tahun sehingga metabolismenya berjalan sangat lambat. Namun dengan adanya peningkatan beban mekanik (peningkatan berat badan), bertambahnya usia dan adanya cedera dapat mempercepat proses metabolismenya. Tulang rawan sendi akan terdegradasi menyebabkan keretakan matriks. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan (inflamasi) yang jika dibiarkan berkepanjangan akan terjadi kerusakan sendi parah sehingga harus di operasi.

2.   Osteoartritis Kaki (Ankle osteoarthritis)

Merupakan artritis yang terjadi pada 60 – 80% pada pasien yang memiliki riwayat cidera pergelangan kaki. Biasa terjadi pada atlet sepakbola atau penari balet. Penyembuhan dilakukan dengan cara istirahat, mengurangi gerak dengan menggunakan sepatu rocker bottom sole atau menggunakan Ankle bandage.

3.  Osteoartritis Tangan

Osteoartritis tangan ditandai dengan terbentuknya pembesaran keras pada sendi jari (Herberden’s node) yang biasanya disebabkan karena abnormalitas saat dilahirkan.

TATALAKSANA TERAPI

Saat ini masih belum ditemukan terapi yang dapat menyembuhkan osteoartritis. Terapi yang saat ini diberikan hanya ditujukan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki pergerakan sendi, dan membatasi kerusakan sendi. Terapi yang biasa diberikan yaitu :

  1. Terapi Non Farmakologi

Terapi ini meliputi :

a.  Konseling, Informasi dan Edukasi Pasien

Pemberian informasi dan edukasi pasien diperlukan agar pasien mengerti tentang kondisi penyakit yang dihadapi dan dapat melakukan perubahan gaya hidup kearah yang positif.

b.  Latihan Kekuatan dan Senam Aerobik

Latihan bermanfaat untuk menguatkan otot sekitar sendi yang akhirnya akan membantu pengurangan berat badan. Berenang, jalan kaki, bersepeda stasioner atau latihan beban ringan sangat dianjurkan karena terbukti mampu mengurangi rasa nyeri dan memperbaiki kekakuan sendi.2

c.  Penurunan Berat Badan

Berkurangnya berat badan mengurangi beban yang disangga oleh sendi sehingga mengurangi nyeri sendi dan memperbaiki fungsi sendi.3

d.  Penggunaan Alat Bantu

Alat bantu seperti sepatu penyerap goncangan, tongkat dll dipertimbangkan sebagai tambahan terapi untuk mengurangi rasa nyeri saat beraktivitas.

  1. Terapi Farmakologi

a.  AINS Topikal

AINS Topikal lebih disarankan dibanding AINS oral. Menurut hasil sebuah meta analisis menunjukkan bahwa AINS Topikal terbukti efektif mengurangi nyeri dan kekakuan sendi.4 Beberapa sediaan AINS Topikal seperti ibuprofen, Na. Diklofenak, salisilamid dalam bentuk salep, krim, atau gel lebih dianjurkan dibanding koyo karena berdasar penelitian yang ada menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada koyo dibandingkan plasebo untuk penyakit osteoartritis.5

b.  Paracetamol

Pedoman terapi menganjurkan penggunaan paracetamol sebagai pilihan utama analgesik untuk pasien osteoartritis dengan pembatasan pemakaian 500 mg untuk satu kali minum dan tidak lebih dari 4 g dalam sehari.6

c.  Kapsaisin

Penggunaan kapsaisin topikal dapat digunakan pada penderita osteoartritis lutut atau tangan. Meskipun seringkali menimbulkan sensasi terbakar dan kemerahan pada area yang dioleskan, namun tidak perlu penghentian terapi.3

d.  AINS Oral

Prinsip penggunaan AINS Oral adalah sebagai berikut :

–          Jika AINS Topikal atau Paracetamol tidak cukup kuat mengatasi nyeri

–          Penggunaan AINS Oral dimulai dari dosis efektif terkecil dan lama pemberian sesingkat mungkin7

e.  Operasi Joint Arthroplasty

Rujukan operasi dibuat sebelum terjadi kerusakan sendi yang parah.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Center for Disease Control and Prevention. Osteoartritis [internet]. 2011 Available at www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.html
  2. Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G, Abramson S, Altman RD, Arden N, et al. OARSI Recommendation For The Management of Hip and Knee Osteoarthritis, Part I : Critical Appraisal of Existing Treatment Guidelines and Systematic Review of Current Research Evidence. Osteoarthr. Cartil. 2007 Sep;15(9): 981 – 1000
  3. Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G, Abramson S, Altman RD, Arden N, et al. OARSI Recommendation For The Management of Hip and Knee Osteoarthritis, Part II : OARSI Evidence-based. Expert Concensus Guidelines, Osteoarth. Cartil. 2008 Feb;16(2) : 137 – 62
  4. Lin J, Zhang W, Jones A, Doherty M. Efficacy Of Topical NSAIDs In The Treatment of Osteoartritis : a Meta-analysis of Randomized Controlled Trials. Chin J Evid Based Med 2005; 5(9) : 667 – 74
  5. NICE. CG59 Osteoarthritis : Full Guidence [internet]. NICE 2008 Available at www.nice.org.uk
  6. Recommendation For The Medical Management of Osteoarthritis of The Hip and Knee. American College of Rheumatology Subcommitee on Osteoarthritis Guidelines. Arthritis Rheum. 2000 Sep; 43(9): 1905 – 15
  7. National Collaborating Center for Chronic Conditions. Osteoarthritis. The Care and Management of Osteoarthritis in Adults. NICE. London. 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s